Monday, March 7, 2011

Perjalanan Panjang Pengobatan Tusuk Jarum

SANDRA Bullock tetap terlihat cantik. Meski sudah berusia 45, tak ada kerutan di wajahnya. Demi kesehatan wajah, bintang peraih Oscar berkat aktingnya di film Blind Side ini ini konon rajin mengikuti perawatan akupuntur.

Sandra dikabarkan enggan menjalani operasi plastik. Ia lebih memilih menjaga kecantikan wajahnya agar tak ada kerutan dengan teknik kesehatan akupuntur. Seorang sumber seperti dikutip dari Showbizspy, mengatakan, "Sandra mendapatkan perawatan akupuntur itu seminggu tiga kali."

Untuk menjalani perawatan akupuntur, ia tidak mengeluarkan biaya lagi. Maklum Sandra selalu mencantumkan biaya perawatan tubuh di dalam kontrak kerja. "Studio yang membayarnya," ujar sumber tersebut.

Entah benar entah salah kabar tersebut, tapi yang jelas akupuntur diyakini tak hanya bisa mengobati penyakit, tapi juga membuat kulit wajah menjadi lembut, mulus dan halus. Kulit tetap kencang, lembut, mulus, halus, tanpa flek dan berpori-pori kecil, tanpa kantong mata apalagi kerutan, adalah janji manis terapi tusuk jarum asal China ini.

Lilis Christine dari Kinik Vikrist menuturkan, seiring perkembangan zaman, keberadaan akupuntur tak hanya untuk mengobati penyakit, tapi juga untuk menjaga, mengobati dan mempertahankan kecantikan kulit. Selama dan setelah terapi akupunktur kecantikan dilakukan, Christine biasanya menyarankan kepada pasiennya untuk menjalankan pola hidup sehat, yakni istirahat cukup, tidak merokok, menjauhi minuman beralkohol dan memilih kosmetik yang cocok dengan kulit.

Begitulah, kendari sudah memasuki era modern, eksistensi pengobatan alternatif dari China sejak ribuan tahun lalu ini tidak pernah basi. Ilmu akupuntur adalah bagian dari Ilmu Pengobatan China. Menurut buku “Huang Ti Nei Cing (The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine)“ ilmu ini mulai berkembang sejak zaman Batu, yaitu kira- kira 4000 – 5000 tahun yang lalu, di mana digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Sebuah kasus yang diungkapkan buku tersebut adalah penyembuhan abses dengan penusukan jarum batu.

Pada awalnya, akupuntur digunakan hanya sebagai suatu cara pengobatan, tapi kemudian berangsur-angsur berkembang menjadi suatu disiplin ilmu. Ilmu akupuntur adalah ilmu yang menyusun dan mempelajari teknik pengobatan akupuntur serta hukum terapan klinis serta teori dasarnya.

Akupuntur mempunyai sejarah yang panjang. Dalam kitab zaman kuno pernah berkali-kali disebutkan bahwa alat primitif tusuk jarum terbuat dari batu, dinamakan jarum batu. Jarum batu itu pertama-tama muncul di zaman batu baru (neolitik) kira-kira 8.000 sampai 4.000 tahun yang silam, atau sekitar masa akhir sistem komune marga. Dalam penelitian arkeologi di China pernah ditemukan benda asli jarum batu.

Dari zaman ke zaman jarum logam digunakan semakin luas sejalan dengan kemajuan teknologi peleburan besi, dan jarum logam berangsur-angsur menggantikan jarum batu sehingga tusuk jarum digunakan semakin luas dan telah mempercepat proses perkembangannya.

Akupuntur mencapai kemajuan besar setelah berdirinya Republik Rakyat China pada tahun 1949. Kini, di lebih 2.000 rumah sakit kedokteran tradisional China di seluruh negeri terdapat bagian akupuntur. Penelitian ilmiah tentang akupuntur sudah mencakup berbagai sistem tubuh manusia dan berbagai bagian klinis; Sejumlah besar data eksperimen ilmiah yang berharga telah dicapai dalam penelitian mengenai peranan pengaturan, peredam rasa nyeri dan peningkatan imunitas akupuntur, serta gejala-gejala meridian akupuntur, serta hubungan antara titik akupuntur dan organ tubuh.

Di Amerika Serikat, ilmu akupuntur pada mulanya berkembang di China Town di kota San Francisco dan New York. Selama dekade terakhir ini ilmu akupuntur telah merebut perhatian di negara tersebut. Para dokternya mulai mempelajari, menyelidiki, meriset dan mempraktekkannya.

Di Elstein Hospital dan Massachusset Hospital, misalnya, telah dilakukan penyelidikan mengenai anestesia dengan akupuntur. Dr. Allen Russek dari Institut of Rehabilitation dan Medicine New York, bahan telah berhasil dalam pengobatan penghilang rasa nyeri pasien pada penderita penyakit kronis dengan akupuntur. Para dokter di Michigan’s Northville State Hospital juga melakukan cara anestesia dengan akupuntur pada beberapa pembedahan, antara lain pencangkokan kulit sampai eksisi tumor, operasi hernia, pencabutan gigi dan tonsilektomi, hasil yang dilaporkan adalah memuaskan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Perkembangan akupuntur di negara ini setua adanya perantau China yang tiba di Indonesia. Hanya saja ilmu akupunktur hanya hidup terbatas dalam lingkungan sendiri dan sekitarnya, dan hanya shin she (tabib) saja yang melakukan praktek tersebut .

Pada tahun 1963 atas instruksi Menteri Kesehatan masa itu Prof. Dr. Satrio, Departemen Kesehatan meneliti dan mengembangkan cara pengobatan Timur, termasuk akupunktur untuk membentuk sebuah Team Riset Ilmu Pengobatan Tradisional Timur. Maka mulai saat itu praktek akupuntur diadakan secara resmi di Rumah Sakit Umum Pusat, Jakarta yang kemudian berkembang menjadi sebuah Sub Bagian dibawah bagian Penyakit Dalam, dan selanjutnya menjadi Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada saat ini. 

Selain memberikan pelayanan poliklinis terhadap pasien, Unit Akupunktur RSCM juga menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan dokter-dokter ahli akupuntur baru. Jadi, siapa bilang akupuntur tidak bisa berdampingan dengan ilmu kedokteran modern (Barat)?

No comments:

Post a Comment