Monday, October 10, 2011

Pasar Kondominium Kelas Menengah Terus Tumbuh


MESKI pertambahan pasokan kondominium sampai akhir tahun 2011 sebanyak 3.000 unit diperkirakan akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat hunian, tetapi seiring dengan pertumbuhan ekonomi, suku bunga KPA yang stabil, daya beli yang menguat serta meningkatnya tren untuk tinggal di hunian vertical yang dekat dengan pusat aktivitas, maka pasar kondominium terutama segmen menengah masih berpotensi untuk mengalami pertumbuhan yang baik.

Aktivitas penjualan kondominium pada kuartal ketiga 2011 didominasi oleh kondominium segmen menengah dengan hampir 80% total serapan dari seluruh unit kondominium yang terjual.

Dari segi tingkat penjualan, tingkat penjualan kondominium eksisting mengalami sedikit penurunan sebanyak 0.4% dari kuartal sebelumnya. Artinya jumlah unit yang belum terjual mengalami peningkatan menjadi 4.641 unit.  Sebaliknya, tingkat penjualan pre-sales mengalami peningkatan sebesar 2.4% menjadi 65.5%.

Total pasokan kumulatif kondominium Jakarta pada kuartal ketiga 2011 tercatat sebanyak 85.514 unit. Sedangkan proyek-proyek baru yang diluncurkan selama kuartal ketiga 2011 ada 8 buah proyek yang akan menambah pasokan kondominum Jakarta yang akan datang sebanyak 39.123 unit. Sebanyak 7 dari 8 proyek yang baru diluncurkan tersebut adalah proyek kondominium segmen menengah dan hanya satu proyek kondominium segmen atas. Proyek-proyek yang baru diluncurkan ini masih terpusat di Jakarta Selatan, dan diikuti oleh Jakarta Utara.

Tren kenaikan harga rata-rata unit kondominium masih terlihat pada kuartal ketiga 2011.  Salah satu faktornya ialah pertumbuhan harga tanah terutama di area CBD dan area perumahan primer. Harga rata-rata unti kondominium pada kuartal ini tercatat Rp. 18.75 juta per m2, mengalami kenaikan sebesar 3.8% dari kuartal sebelumnya. Sementara harga rata-rata di area perumahan primer tercatat pada Rp. 17.93 juta per m2, meningkat 3.7% dari kuartal sebelumnya. (Cushman & Wakefield Indonesia)


No comments:

Post a Comment