MESKI pertambahan pasokan kondominium
sampai akhir tahun 2011 sebanyak 3.000 unit diperkirakan akan berpengaruh
terhadap penurunan tingkat hunian, tetapi seiring dengan pertumbuhan ekonomi,
suku bunga KPA yang stabil, daya beli yang menguat serta meningkatnya tren
untuk tinggal di hunian vertical yang dekat dengan pusat aktivitas, maka pasar
kondominium terutama segmen menengah masih berpotensi untuk mengalami
pertumbuhan yang baik.
Aktivitas penjualan kondominium
pada kuartal ketiga 2011 didominasi oleh kondominium segmen menengah dengan
hampir 80% total serapan dari seluruh unit kondominium yang terjual.
Dari segi tingkat penjualan,
tingkat penjualan kondominium eksisting mengalami sedikit penurunan sebanyak
0.4% dari kuartal sebelumnya. Artinya jumlah unit yang belum terjual mengalami
peningkatan menjadi 4.641 unit.
Sebaliknya, tingkat penjualan pre-sales mengalami peningkatan sebesar
2.4% menjadi 65.5%.
Total pasokan kumulatif kondominium
Jakarta pada kuartal ketiga 2011 tercatat sebanyak 85.514 unit. Sedangkan
proyek-proyek baru yang diluncurkan selama kuartal ketiga 2011 ada 8 buah
proyek yang akan menambah pasokan kondominum Jakarta yang akan datang sebanyak
39.123 unit. Sebanyak 7 dari 8 proyek yang baru diluncurkan tersebut adalah
proyek kondominium segmen menengah dan hanya satu proyek kondominium segmen
atas. Proyek-proyek yang baru diluncurkan ini masih terpusat di Jakarta
Selatan, dan diikuti oleh Jakarta Utara.
Tren kenaikan harga rata-rata
unit kondominium masih terlihat pada kuartal ketiga 2011. Salah satu faktornya ialah pertumbuhan
harga tanah terutama di area CBD dan area perumahan primer. Harga rata-rata
unti kondominium pada kuartal ini tercatat Rp. 18.75 juta per m2, mengalami
kenaikan sebesar 3.8% dari kuartal sebelumnya. Sementara harga rata-rata di
area perumahan primer tercatat pada Rp. 17.93 juta per m2, meningkat 3.7% dari
kuartal sebelumnya. (Cushman &
Wakefield Indonesia)

No comments:
Post a Comment