Penyelenggaraan AFF ini tidak terlepas gagasan pemerintah Indonesia yang tahun ini menjadi Ketua ASEAN 2011 dan juga dukungan dari semua Negara anggota ASEAN.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Mari Elka Pangestu berharap AFF yang menjadi bagian dari kegiatan ASEAN
Fair 2011 ini mampu memberikan ruang kepada film ASEAN untuk berkontribusi
tidak hanya sebagai pilar penopang masyarakat sosial-budaya ASEAN tetapi juga
untuk pembangunan masyarakat ekonomi ASEAN.
“AFF juga memiliki nilai strategis untuk memupuk dan mengembangkan jaringan industri kreatif, dalam rangka membangun kebersamaan antar negara-negara angggota ASEAN di dalam pengembangan industri kreatif yang saat ini didominasi oleh negara-negara seperti AmerikaSerikat, India, Jepang, dan Cina,” tegas Mari dalam jumpa pers di Jakarta (10/11/2011).
“AFF juga memiliki nilai strategis untuk memupuk dan mengembangkan jaringan industri kreatif, dalam rangka membangun kebersamaan antar negara-negara angggota ASEAN di dalam pengembangan industri kreatif yang saat ini didominasi oleh negara-negara seperti AmerikaSerikat, India, Jepang, dan Cina,” tegas Mari dalam jumpa pers di Jakarta (10/11/2011).
Mari menekankan pentingnya
penyelenggaraan AFF ini dapat berjalan sukses agar nama Indonesia akan dicatat
dalam sejarah perfilman di kawasan regional ASEAN dan yang lebih penting lagi
kerjasama negara-negara anggota ASEAN di bidang perfilman akan semakin
meningkat.
Dalam AFF kali ini film-film yang
akan diputar di antaranya Eternity
karya sutradara M.L. Pundhevanop Dhewakul (Film Terbaik Thailand National Film
Awards 2011), Emil karya sutradara
Philippines (Film Terbaik Film Academy of Philippines, 2011) dan Bunohan karya sutradara Dain Said, film Malaysia yang paling banyak
diekspor ke mancanegara dan baru saja diputar di salah satu festival bergengsi
dunia, Toronto International Film Festival 2011. Indonesia sendiri akan diwakili
oleh Di Bawah Lindungan Ka’bah karya
sutradara Hanny R. Saputra, yang mewakili Indonesia dalam seleksi Academy
Awards 2011 kategori Film Bahasa Asing Terbaik. Semua pemutaran film akan
dihadiri oleh sutradara atau produser.
Pada kesempatan yang sama
Menparekraf mengemukakan pentingnya festival film sebagai sarana promosi
kebudayaan (masyarakat) dan tentu saja untuk menjual lokasi syuting film, baik
bagi anggota ASEAN maupun pemangku kepentingan film internasional. Beberapa
negara ASEAN sudah lama dijadikan sebagai lokasi syuting beberapa film box office dunia. Indonesia kini juga tengah dilirik oleh
produser asing, dan pada tahun ini sudah ada 99 tim/produser film asing yang
melakukan syuting di Indonesia, diantaranya terdapat 3 film layar lebar. Permintaan
syuting dari produser layar lebar diperkirakanakan terus meningkat. Diharapkan
tahun depan, ada sekitar 10 – 15 produser layar lebar dari produser box office yang akan melakukan
pengambilan gambar di Indonesia.
“Melalui AFF ini, Indonesia ingin
memperluas kerjasama, membagi informasi karena kita memiliki potensi yang
sangat banyak untuk bias dijadikan sebagai Negara tujuan untuk lokasi syuting.
Usaha ini dimaksudkan agar melalui film Indonesia dapat dipromosikan lebih
gencar lagi dan pada gilirannya akan menarik minat wisman untuk berkunjung ke
Indonesia,” kata Mari.
Agenda AFF 2011 meliputi
pemutaran film-film pilihan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand,
Brunei, Filipina, Kamboja, Vietnam, Myanmar dan Laos yang berlangsung 16 - 17
November 2011 di Studio 21 Galleria, Kuta. Sementara itu, seminar film akan
menghadirkan pembicara utama Sekjen ASEAN Dr. Surin Pitsuwan, Menteri
Pariwisata & Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, mantan Vice President
Universal Studios Donna Smith dan sejumlah pengamat dan pakar perfilman dari
negara-negara ASEAN.

No comments:
Post a Comment