LEBIH dari 80 nominasi, termasuk Saman dari Indonesia, Fado dari Portugal dan musik Mariachi dari Meksiko akan dibahas oleh
Komite yang terdiri dari 24 negara, termasuk Indonesia, untuk dipertimbangkan
sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada sidang Sesi ke-6 Komite
Antarpemerintah untuk melindungi Warisan Budaya Takbenda yang berlangsung di
Bali, 22 – 29 November 2011.
Sementara itu, Mali, Burkina
Faso, dan Pantai Gading mengusulkan berkas multinasional, yang termasuk dalam
domain praktik sosial dan ekspresi budaya, alat musik Balafon yang dimiliki
masyarakat Senufo. Nominasi ini termasuk dalam 17 nominasi lainnya yang telah
direkomendasikan oleh Subsidiary Body dalam Daftar Representatif Warisan Budaya
Tak Benda Warisan Manusia.
Komite yang berjumlah 24 Negara
diketuai oleh Profesor Aman Wirakartakusumah dari Indonesia akan
mempertimbangkan 23 nominasi lainnya yang diusulkan dalam Daftar Warisan Budaya
Tak Benda yang saat ini memerlukan pelindungan mendesak (Urgent Safeguarding
List), serta 12 nominasi yang diusulkan dalam Daftar Praktik-praktik Terbaik
Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda (Register of Best Practices/ Best
Safeguarding Practices). Sidang juga akan memberikan bantuan keuangan
(International Assistance) untuk program pelindungan warisan budaya tak
benda serta membahas laporan
periodik pelaksanaan program dari berbagai negara. Seiring dengan peringatan
hari jadi ke-10 Konvensi 2003 pada 2013, Komite juga siap melaksanakan beragam
perhelatan dalam skala nasional, regional, sub-regional, dan internasional.
Indonesia menjadi Tuan Rumah
Sidang Sesi ke-6 Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Tak Benda dan mengetuai
Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali, 22-29 November
2011, dipilih secara aklamasi dari 24 negara calon Tuan Rumah pada sidang 5.com
di Nirobi, Kenya pada bulan November 2010. Sidang ini akan menghadirkan lebih
dari 500 delegasi dari 137 Negara Pihak Konvensi 2003 UNESCO untuk Pelindungan
Warisan Budaya Takbenda, LSM internasional yang terkemuka, dan pakar yang aktif
di bidang kebudayaan, serta media dari dalam dan luar negeri.
Sidang Sesi ke-6 Komite
Antarpemerintah yang diselenggarakan di Bali International Conference Centre
(BICC), Nusa Dua, Bali, adalah perhelatan terpenting mengenai warisan budaya
tak benda atau budaya hidup
(living culture), sepanjang tahun ini. Sidang akan dibuka dengan upacara resmi,
pergelaran seni budaya, dan dilanjutkan dengan jamuan makan malam pada 22
November malam, oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung
Laksono, didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh,
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu, dan Gubernur
Bali, I Made Mangku Pastika, beserta Direktur Jenderal UNESCO, Madame Irina Bokova, yang didampingi oleh
banyak tokoh penting lainnya.
Warisan Budaya Tak Benda
Indonesia, yaitu Wayang, Keris, Batik, dan Angklung, telah terinskripsi pada
Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia di bawah Konvensi 2003.
Tahun ini, unsur budaya Indonesia yang diusulkan untuk diinskripsi pada Daftar
yang Memerlukan Pelindungan Mendesak (USL), juga di bawah Konvensi ini, adalah
Saman dari Kabupaten Gayo Lues dan daerah sekitarnya di Provinsi Aceh.
Masyarakat Gayo bersama pemerintah dan masyarakat Indonesia menantikan
keputusan Komite tentang nominasi Saman dengan optimis, yang akan diputuskan di
Bali. Negara-negara lain yang hadir dalam sidang juga bersemangat menantikan
hasil keputusan Komite mengenai usulan nominasi-nominasi mereka.

No comments:
Post a Comment