Bagaimana
bahagia menurut Generasi X dan Y?
Jakarta, 18 Juni 2013 – Menurut penelitian Regus
Work-Life Balance Index yang diterbitkan hari ini, pada umumnya keseimbangan
pekerjaan dan kehidupan pribadi lebih dapat dicapai dengan sukses oleh
pengusaha dan generasi muda. Walaupun index mencatat penurunan empat poin
dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa para pengusaha juga
berjuang menghadapi tekanan pekerjaan, Indonesia berada di antara negara peringkat
tertinggi yang dianalisis.
Hasil penelitian mengenai keseimbangan pekerjaan dan
kehidupan pribadi tersebut telah diterbitkan untuk tahun yang kedua oleh Regus,
penyedia ruang kantor fleksibel terbesar di dunia, melibatkan 26,000 kalangan
profesional yang berada di lebih dari 90 negara.
Penemuan global ini menyoroti poin untuk Indonesia
(148 poin) yang mengalahkan poin global (120 poin) dengan perbedaan sebanyak 28
poin. Sebanyak 81% responden, sekarang merasa lebih positif dan nyaman berada
di tempat kerja dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Mungkin hal ini bertentangan dengan asumsi pada
umumnya, secara global generasi Baby Boomer kurang mahir mengatur antara
pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di seluruh dunia, para pekerja muda (76%)
lebih menikmati kerja dibandingkan dengan Baby Boomers (64%) dan merasa lebih
puas dengan tingkat produktivitas mereka (81%) dibandingkan dengan generasi
Baby Boomers (69%).
Penemuan utama:
- Indonesia memiliki poin 148 dalam penelitian Regus Work-Life Balance Index 2013
- Rata-rata poin untuk dunia yaitu 120
- 81% karyawan di Indonesia lebih menikmati pekerjaan mereka sekarang dibandingkan dengan tahun 2012
- 90% pengusaha di Indonesia merasa produktivitas mereka lebih meningkat dibandingkan dengan tahun lalu
John Henderson, Regional Director Regus APAC,
berkomentar: “Para pekerja yang merasa bahagia di kantor akan lebih produktif
dan memiliki kecenderungan lebih kecil untuk meninggalkan perusahaan. Dengan
semakin berkembangnya pasar pencari kerja , perusahaan semakin sadar bahwa
untuk mempekerjakan atau mempertahankan karyawan yang memiliki bakat, mereka
harus membuat kebijakan yang lebih fleksibel, seperti memberi pilihan untuk
lokasi bekerja. Hal ini sudah menjadi tren – setiap hari jaringan Center kami
digunakan oleh mereka yang bekerja secara fleksibel”.
Angeline Tan, Direktur Talon Consulting Pte. Ltd.
menambahkan, “Sebagai pengusaha, saya menekankan bahwa pekerja generasi muda
sekarang tidak merasa keharusan untuk setia kepada perusahaan seperti generasi
sebelumnya. Oleh karena itu sangat penting untuk membiarkan mereka bekerja
sesuai dengan tingkat kenyamanan mereka, daripada harus memaksakan cara kerja
seperti yang diinginkan perusahaan. Keseimbangan pekerjaan dan kehidupan
pribadi merupakan prioritas utama mereka, dan generasi yang sangat dekat dengan
teknologi ini memaknai pekerjaan sebagai sesuatu yang dilakukan, bukan sebagai
tempat yang dituju.”
Penelitian Regus sebelumnya menunjukkan bahwa 72%
kalangan profesional di seluruh dunia percaya bahwa kerja secara fleksibel
meningkatkan produktivitas mereka.
*Generasi Y:
lahir setelah tahun 1980; Generasi X: lahir pada tahun 1965-80; Baby Boomers:
lahir pada tahun 1945-1964
No comments:
Post a Comment