Thursday, October 13, 2011

Geliat Industri Perhotelan Jakarta

INDUSTRI perhotelan di Jakarta mengalami pertumbuhan yang baik. Permintaan kamar di Jakarta diperkirakan akan terus bertumbuh seiring dengan perekonomian Indonesia yang positif.  “Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, semua segmen hotel menikmati pertumbuhan positif dalam hal tarif harian rata-rata dan pendapatan per kamar yang tersedia, terutama hotel bintang 3 yang sedang mengalami momentum yang lebih baik dibandingkan dengan segmen si atasnya”, jelas Arief Rahardjo, Head of Department, Research & Advisory, Cushman & Wakefield, Indonesia. 

Pertumbuhan tarif rata-rata pada semester 1 2011 mencapai 17.5% sedangkan tingkat pendapatan per kamar yang tersedia meningkat 26.1% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Tingkat hunian rata-rata pada semester yang sama mencapai 70.5%, yang menunjukkan pertumbuhan positif sebanyak 4.8% pada periode yang sama tahun lalu. 

Bandar Udara International Soekarno-Hatta di Jakarta menduduki posisi ke-16 dari 100 bandar udara tersibuk di dunia. Total kedatangan penumpang tumbuh sekitar 19.4% dalam 10 tahun terakhir, mencapai 21.7 juta penumpang pada tahun 2010. Penumpang domestik mencakup lebih dari 75% dari seluruh penumpang, mengalami kenaikan 16.4% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan penumpang international tercatat sebesar 30.9%. 

Walaupun permintaan kamar hotel akan terus bertumbuh di Jakarta, akan tetapi tarif kamar akan terus tertekan dengan peningkatan pasokan yang tinggi sepanjang 2012 – 2015. Pasokan kamar hotel yang besar ini akan mengakibatkan sedikit penurunan tingkat hunian di tahun 2012 karena serapan dari hotel-hotel yang baru tersebut. (Cushman & Wakefield, Indonesia)

No comments:

Post a Comment