INDUSTRI perhotelan di Jakarta mengalami pertumbuhan yang baik. Permintaan kamar di Jakarta diperkirakan akan terus bertumbuh seiring dengan perekonomian Indonesia yang positif. “Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, semua segmen hotel menikmati pertumbuhan positif dalam hal tarif harian rata-rata dan pendapatan per kamar yang tersedia, terutama hotel bintang 3 yang sedang mengalami momentum yang lebih baik dibandingkan dengan segmen si atasnya”, jelas Arief Rahardjo, Head of Department, Research & Advisory, Cushman & Wakefield, Indonesia.
Pertumbuhan tarif rata-rata pada semester 1 2011 mencapai 17.5% sedangkan tingkat pendapatan per kamar yang tersedia meningkat 26.1% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Tingkat hunian rata-rata pada semester yang sama mencapai 70.5%, yang menunjukkan pertumbuhan positif sebanyak 4.8% pada periode yang sama tahun lalu.
Bandar Udara International Soekarno-Hatta di Jakarta menduduki posisi ke-16 dari 100 bandar udara tersibuk di dunia. Total kedatangan penumpang tumbuh sekitar 19.4% dalam 10 tahun terakhir, mencapai 21.7 juta penumpang pada tahun 2010. Penumpang domestik mencakup lebih dari 75% dari seluruh penumpang, mengalami kenaikan 16.4% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan penumpang international tercatat sebesar 30.9%.
Walaupun permintaan kamar hotel akan terus bertumbuh di Jakarta, akan tetapi tarif kamar akan terus tertekan dengan peningkatan pasokan yang tinggi sepanjang 2012 – 2015. Pasokan kamar hotel yang besar ini akan mengakibatkan sedikit penurunan tingkat hunian di tahun 2012 karena serapan dari hotel-hotel yang baru tersebut. (Cushman & Wakefield, Indonesia)

No comments:
Post a Comment