Wednesday, November 23, 2011

The Tower London untuk Investor Jakarta


THE Tower, sebuah proyek kondominium mewah di London, yang nantinya merupakan hunian tertinggi se-antero Eropa, ditawarkan kepada investor Indonesia dalam pameran dan presentasi proyek yang diadakan di hotel Shangri-La, Jakarta, 23 November ini.

Jones Lang LaSalle Indonesia bersama dengan Globe Asia menjadi sponsor acara tersebut yang bertujuan untuk menjangkau para calon investor dan pembeli dari Indonesia yang menginginkan investasi premium di lokasi-lokasi bergengsi seperti wilayah tepi sungai London yang terkenal.

Proyek kondominium ini akan membuat standar baru hunian mewah di daerah London bagian selatan, yang telah menarik perhatian banyak investor dan pembeli segmen kelas atas di seluruh dunia. Dengan ketinggian bangunan mencapai 180 m dan pemandangan spektakuler ke tengah kota London termasuk daerah Westminter, The City dan sekitarnya, proyek The Tower akan memiliki 223 unit hunian berbagai tipe (1-4 kamar tidur) serta 2 unit penthouse duplex dan 1 unit penthouse tunggal yang unik.

Pemilik dan penghuni kondominium ini akan merasakan pelayanan sekelas hotel yang di kelola oleh Harrods Estates Asset Management yang menawarkan fitur-fitur seperti doorman, 24-hour concierge dan pelayanan valet parking. Selain itu, penghuni dari The Tower, One St George Wharf ini juga akan mendapatkan akses eksklusif ke pusat kesehatan pribadi dengan fasilitas fitness berkelas, kolam renang dan sauna serta bioskop pribadi, fasilitas ruang pertemuan, business lounge, parkir bawah tanah dan juga pelayanan catering pribadi.

Lucy Rumantir, Chairman Jones Lang LaSalle Indonesia mengatakan bahwa acara semacam ini menunjukan bahwa ketertarikan pengembang asing untuk menjangkau para investor dan pembeli kalangan atas di Indonesia terus meningkat, karena mereka telah melihat fenomena itu di Singapore di mana pembeli dari Indonesia merupakan salah satu yang terbesar. Lebih lanjut Lucy menerangkan bahwa Jones Lang LaSalle optimis proyek ini akan mendapatkan perhatian yang besar dari calon investor dalam negeri mengingat sektor properti berkelas premium di London terus menunjukan pertumbuhan yang baik ditambah kondisi bahwa tidak dikenakannya pajak capital gain terhadap properti di sana serta tidak adanya pembatasan kepemilikan properti oleh orang asing. Hal-hal tersebut membuat investasi properti di London secara unik akan menarik dan cocok bagi investor dari Indonesia, imbuhnya.

Data statistik menunjukan bahwa pembeli dari Asia Pasifik menyumbangkan sekitar 47% dari transaksi penjualan di London selama 2010. Dengan laju pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, investor dari Indonesia akan semakin tertarik memanfaatkan potensi keuntungan yang ada dan tentunya kesempatan menikmati gaya hidup kota seperti London Mark Griffiths, Managing Director dari St George berkomentar: proyek semacam ini akan terus menarik perhatian investor mancanegara karena London masih di lihat sebagai pusat kapital dunia yang menarik investasi dari berbagai belahan dunia.

Selain merupakan salah satu hunian paling mewah di London, The Tower juga merupakan bangunan yang paling ramah lingkungan di kelasnya. Proyek ini memiliki fitur-fitur green building seperti turbin angin di atapnya dan penggunaan sumber air dari London Aquifer untuk sistem kontrol temperatur gedung. Tak kalah pentingnya, pemasangan kaca glaze yang canggih sebagai komponen utama eksterior gedung akan membuat The Tower memakai hanya 30% dari kebutuhan gas dan listrik di gedung sejenis, sehingga bisa menurunkan kadar emisi CO2 sebanyak 30-60%.

No comments:

Post a Comment