THE Tower, sebuah proyek
kondominium mewah di London, yang nantinya merupakan hunian tertinggi se-antero
Eropa, ditawarkan kepada investor Indonesia dalam pameran dan presentasi proyek
yang diadakan di hotel Shangri-La, Jakarta, 23 November ini.
Jones Lang LaSalle Indonesia
bersama dengan Globe Asia menjadi sponsor acara tersebut yang bertujuan untuk
menjangkau para calon investor dan pembeli dari Indonesia yang menginginkan investasi
premium di lokasi-lokasi bergengsi seperti wilayah tepi sungai London yang
terkenal.
Proyek kondominium ini akan
membuat standar baru hunian mewah di daerah London bagian selatan, yang telah
menarik perhatian banyak investor dan pembeli segmen kelas atas di seluruh dunia.
Dengan ketinggian bangunan mencapai 180 m dan pemandangan spektakuler ke tengah
kota London termasuk daerah Westminter, The City dan sekitarnya, proyek The
Tower akan memiliki 223 unit hunian berbagai tipe (1-4 kamar tidur) serta 2
unit penthouse duplex dan 1 unit penthouse tunggal yang unik.
Pemilik dan penghuni kondominium
ini akan merasakan pelayanan sekelas hotel yang di kelola oleh Harrods Estates
Asset Management yang menawarkan fitur-fitur seperti doorman, 24-hour concierge
dan pelayanan valet parking. Selain itu, penghuni dari The Tower, One St George
Wharf ini juga akan mendapatkan akses eksklusif ke pusat kesehatan pribadi
dengan fasilitas fitness berkelas, kolam renang dan sauna serta bioskop
pribadi, fasilitas ruang pertemuan, business lounge, parkir bawah tanah dan
juga pelayanan catering pribadi.
Lucy Rumantir, Chairman Jones
Lang LaSalle Indonesia mengatakan bahwa acara semacam ini menunjukan bahwa
ketertarikan pengembang asing untuk menjangkau para investor dan pembeli kalangan
atas di Indonesia terus meningkat, karena mereka telah melihat fenomena itu di
Singapore di mana pembeli dari Indonesia merupakan salah satu yang terbesar.
Lebih lanjut Lucy menerangkan bahwa Jones Lang LaSalle optimis proyek ini akan
mendapatkan perhatian yang besar dari calon investor dalam negeri mengingat
sektor properti berkelas premium di London terus menunjukan pertumbuhan yang
baik ditambah kondisi bahwa tidak dikenakannya pajak capital gain terhadap properti
di sana serta tidak adanya pembatasan kepemilikan properti oleh orang asing.
Hal-hal tersebut membuat investasi properti di London secara unik akan menarik
dan cocok bagi investor dari Indonesia, imbuhnya.
Data statistik menunjukan bahwa
pembeli dari Asia Pasifik menyumbangkan sekitar 47% dari transaksi penjualan di
London selama 2010. Dengan laju pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, investor
dari Indonesia akan semakin tertarik memanfaatkan potensi keuntungan yang ada
dan tentunya kesempatan menikmati gaya hidup kota seperti London Mark
Griffiths, Managing Director dari St George berkomentar: proyek semacam ini
akan terus menarik perhatian investor mancanegara karena London masih di lihat
sebagai pusat kapital dunia yang menarik investasi dari berbagai belahan dunia.
Selain merupakan salah satu hunian
paling mewah di London, The Tower juga merupakan bangunan yang paling ramah
lingkungan di kelasnya. Proyek ini memiliki fitur-fitur green building seperti
turbin angin di atapnya dan penggunaan sumber air dari London Aquifer untuk
sistem kontrol temperatur gedung. Tak kalah pentingnya, pemasangan kaca glaze
yang canggih sebagai komponen utama eksterior gedung akan membuat The Tower
memakai hanya 30% dari kebutuhan gas dan listrik di gedung sejenis, sehingga
bisa menurunkan kadar emisi CO2 sebanyak 30-60%.

No comments:
Post a Comment