Cultural Trip Series
adalah rangkaian program berbasis komunitas yang digagas oleh GELAR, yang
selama ini dikenal sebagai produser seni pertunjukan berbasis tradisi
Indonesia. Program jalan-jalan jelajah budaya ini dirancang khusus bagi pehobi
traveling, pencinta dan pemerhati seni budaya Indonesia secara umum, dimana
para peserta akan diajak menikmati keragaman budaya lokal hingga menyaksikan
kesenian tradisi maupun ritual yang unik, asli, bahkan langka – langsung di tempat
asalnya.
Ide awal cultural trip
ini bermula dari gagasan untuk membawa seni pertunjukan tradisional yang
otentik ke ibukota. Namun, tak bisa dipungkiri, banyak sekali kesenian tradisi
kita yang kehilangan maknanya bila dipentaskan dan dibingkai dalam gedung
pertunjukan, diluar konteks budaya aslinya. Gelar berinisiatif untuk
mengembangkan komunitas pencinta budaya yang apresiatif melalui program yang
ringan, menghibur sekaligus memperkaya pengalaman dalam bingkai traveling.
Alih-alih mencabut kesenian tradisi dari akarnya, Gelar mencoba membawa
penonton ke tempat kesenian itu berasal. Disamping itu, pengalaman Gelar
memproduksi berbagai program seni pertunjukan tradisi membuahkan jaringan
narasumber yang terdiri dari para pakar/peneliti, budayawan, kurator, seniman,
dan komunitas lokal. Maka, program cultural trip selalu didampingi oleh
narasumber ahli atau narasumber lokal yang akan menambah wawasan peserta.
Dengan demikian, setiap peserta berkontribusi untuk keberlangsungan dan
keberlanjutan seni budaya tradisi.
Program cultural trip
dirintis sejak tahun 2007 ke Cirebon bersama maestro batik Indonesia, Iwan
Tirta, bersamaan dengan tur produksi opera klasik Jawa Tandhing Gendhing
(Retrospeksi Iwan Tirta) ke 5 kota di pulau Jawa dimulai dari Jakarta, Solo,
Surabaya, Pekalongan dan Cirebon. Karena terkait dengan rekonstruksi kostum
tari yang dibuat oleh Iwan Tirta, di Cirebon Gelar mendapatkan izin khusus dari
Keraton Kanoman untuk menyaksikan dan menggelar Bedaya Rimbe yang langka. Di
luar dugaan, cultural trip pertama ke Cirebon ini mendapat sambutan yang
positif. Cultural trip ke-2 berlanjut tahun 2009 ketika Gelar mendapat
kesempatan khusus dari Keraton Surakarta untuk menghadiri ulang tahun penobatan
raja (jumenengan) PB XIII sekaligus turut menyaksikan pergelaran Bedhaya
Ketawang yang bersifat tertutup bagi kalangan umum karena kesakralannya.
Mulai akhir 2011,
cultural trip diselenggarakan rutin setiap bulan ke berbagai daerah dengan tema
yang beragam yaitu:
- Satu Negeri Seribu Raja – menelusuri jejak keraton-keraton di Nusantara dan menjadi tamu keluarga kerajaan.
- Kehidupan Pesisir – menelusuri dinamika masyarakat pesisir.
- Sudut Kota – menelusuri dinamika kehidupan masyarakat sebuah kota serta pergeserannya menjadi masyarakat urban.
- Dongeng Pedalaman – berkenalan dengan kehidupan masyarakat suku asli di pedalaman Nusantara.
- The Mask on Location – menyaksikan kesenian topeng (langka) di tempat asalnya yang dibawakan oleh penari sepuh / komunitas setempat.
- Jalur Rempah – menelusuri jejak kolonialisme melalui jalur perdagangan rempah-rempah di Nusantara.
- Tamasya Batik – menelusuri kisah keindahan goresan canting di titik-titik pusat perkembangan batik di Nusantara.
Di tahun 2013, Gelar
kembali mengajak para pencinta dan penikmat seni budaya untuk mengenal
Indonesia lebih dalam dengan cara yang lebih menyenangkan!
Agenda Cultural Trip 2013
- Cultural Trip to Bukittinggi-Payakumbuh (25-27 Januari) - ”Menyaksikan Randai di Tanah Asalnya”
- Cultural Trip to Banyuwangi (22-24 Februari) - ”Berkenalan Dengan Lare Osing”
- Tamasya Batik – Bengkulu (9-10 Maret) - ”Basurek”
- The Mask on Location – Banjarmasin (11-12 Maret) - ”Maestro dari Desa Barikin”
- Cultural Trip to Sumba (28-31 Maret) - ”Nusa Cendana”
- Cultural Trip to Toraja (12-14 April)
- Cultural Trip to Jepara-Rembang (26-28 April) - ”Jejak Kartini”
- Cultural Trip to Cirebon-Indramayu (10-12 Mei) - ”Mengintip Kesenian Rakyat dan Tari Keraton yang Nyaris Terlupakan”
- Cultural Trip to Muaro Jambi (24-26 Mei) - ”Waisyak di Sekolah Biksu Terbesar di Swarnadwipa”
- Cultural Trip to Tangerang* (Juni) - ”Mengikuti Lomba Dayung Perahu Naga di Perayaan Pechun”
- Cultural Trip to Keraton Solo* (Juni) - ”Menjadi Tamu Keraton di Ulang Tahun Penobatan Raja”
- Cultural Trip to Tenggarong* (Juni) - ”Erau”
- Liburan Keluarga – Ambarawa (1-3 Juli) - ”Naik Kereta Api, Tuut…Tuut…Tuut…!”
- Tamasya Batik – Banyumas (5-6 Juli)
- The Mask on Location – Malang (30-31 Agustus) - ”Topeng Malangan”
- Cultural Trip to Bromo* (Agustus) - ”Kasadha, Ritual di Lereng Gunung”
- Cultural Trip to Siak (27-29 September) - ”Sri Indrapura”
- Cultural Trip to Asmat* (1-6 Oktober) - ”Festival Asmat”
- The Mask on Location – Bali (4-5 November) - ”Topeng Carangsari” *
- Cultural Trip to Pariaman* (15-17 November) - ”Tabuik”
- Tamasya Batik Akhir Tahun II (11-15 Desember) - ”Menjelajah Pesisir Selatan Jawa”
*Tanggal ditentukan oleh pemangku adat setempat, dan dapat
berubah sesuai kondisi setempat. Setelah tanggal ditentukan oleh pihak
setempat, informasi tersebut akan dibagikan lagi pada Friends of Gelar.
*Khusus untuk The Mask on Location, mengingat para penari sudah sepuh, maka program dapat
sewaktu-waktu diubah sesuai arahan kurator tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Terimakasih dan salam
budaya,
Kumoratih Kushardjanto
GELAR – Presenting Indonesia
Strategic Program
Development for Indonesian Art & Culture
Informasi lebih lanjut
sila hubungi :
Kumoratih ( +62 818720830/kumo@gelar.co.id)
Githa ( +62 85714296216/githa@gelar.co.id/gelar.culturaltrip@yahoo.com)
Eko ( +62 87771757151/eko@gelar.co.id)


No comments:
Post a Comment